Sinyal Pemerintah Turunkan Harga Premium

Pemerintah memberikan sinyal penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis Premium dalam evaluasi mendatang. Pertimbangan utamanya adalah tren penurunan harga minyak mentah dunia yang dalam beberapa bulan terakhir bertahan di kisaran 40 dollar AS bahkan pernah menyentuh level lebih rendah lagi.

Demikian disampaikan Deputi III Pengelolaan Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna kepada wartawan, di Batam, Senin (14/3/2016).

Montty mengatakan, apabila melihat tren penurunan harga minyak mentah dunia, memang seharusnya harga jual BBM di dalam negeri turun. “Pasti turun, bisa sampai Rp 6.000-an per liter,” ucap Montty.

Pengamat energi dari Universitas Trisaksi, Pri Agung Rakhmanto sebelumnya memperkirakan, harga BBM akan dievaluasi pada Maret atau April mendatang. “Harga BBM ya semestinya memang disesuaikan lagi. Tapi sesuai kebijakan pemerintah sekarang, kan evaluasi setiap tiga bulan. Jadi, prediksi saya kemungkinan ya baru akan Maret atau April nanti,” kata Pri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution mengonfirmasi, kenaikan sesaat harga minyak mentah dunia berapa hari terakhir belum masuk perhitungan pemerintah dalam evaluasi harga BBM. Dengan demikian, harga BBM masih berpeluang turun.

Sejak 5 Januari 2016, harga BBM jenis Premium ditetapkan Rp 7.050 per liter untuk wilayah distribusi luar Jawa dan Bali, dan Rp 7.150 per liter untuk wilayah distribusi Jawa dan Bali. Sedangkan, solar bersubsidi dijual Rp 5.650 per liter.

PT Pertamina (Persero) sendiri mulai Selasa (15/3/2016) pukul 00.00 telah menurunkan harga BBM jenis Pertamax Rp 200 per liter. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, penurunan tersebut sejalan dengan terus menurunnya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada harga indeks pasar produk bensin tersebut. “Harga BBM jenis lainnya, seperti Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite juga turun Rp 200 per liter terhitung mulai 15 Maret pukul 00.00 seiring dengan tren turunnya harga minyak mentah dunia,” kata Wianda. (Baca: Harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertalite Turun Rp 200 Per Liter)
 
sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/15/203150426/Sinyal.Pemerintah.Turunkan.Harga.Premium.