image1 image2 image3 image4 image5

Flu Burung, Kementerian Pertanian Perketat Pengawasan

Kementerian Pertanian memperketat pengawasan unggas. Hal ini dilakukan terkait dengan ditemukannya kasus flu burung di beberapa daerah. "Kami telah mengirim edaran ke Dinas Peternakan DKI Jakarta untuk memperketat pengawasan di semua wilayah," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno saat dihubungi, Ahad, 20 Maret 2016.

Muladno menyatakan saat ini kasus flu burung telah terpantau di tiga wilayah, yakni di Banyuwangi dan Lamongan, Jawa Timur, serta Cilandak, Jakarta Selatan. Di tiga wilayah itu, menurut Muladno, tim dari Dinas Peternakan telah mengantisipasi penyebaran virus dengan vaksinasi. Selain itu, petugas berupaya membatasi peredaran unggas agar penyakit tidak meluas.

Muladno juga meminta masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli atau mengkonsumsi unggas. Agar virus flu burung tak masuk ke tubuh manusia, daging unggas harus dimasak hingga matang betul sebelum dikonsumsi. Selain itu, tindakan sederhana seperti mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan unggas bisa meminimalkan potensi penularan penyakit. "Yang juga penting, segera lapor petugas jika ada kematian unggas mendadak," ujarnya.

Khusus untuk warga yang memelihara unggas, Muladno menyatakan bahwa kebersihan kandang harus sangat diperhatikan. "Sebab, pada musim hujan seperti ini, penyakit lebih mudah menyebar bersama kotoran yang larut di dalam air," tuturnya.

Sebelumnya, kasus flu burung telah terpantau di beberapa wilayah. Di Cilandak, Jakarta Selatan, petugas Dinas Peternakan menemukan virus flu burung pada sampel 20 ekor ayam mati mendadak di RT 14 RW 04 Kelurahan Cilandak Barat. Petugas lalu memusnahkan beberapa unggas lain di lokasi yang sama. Hingga saat ini, petugas belum menemukan penularan kepada manusia. "Tapi tetap kami pantau," ucap Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Selatan Kristrisasi Helenandari.

Adapun di Jawa Timur, kasus flu burung terjadi di dua wilayah. Di Banyuwangi, lebih dari 5.000 ekor unggas jenis itik, ayam, dan entok mati karena terjangkit virus H5N1 atau avian influenza. Sedangkan di Lamongan, sekitar 600 ekor unggas juga mati akibat flu burung. Dinas Peternakan pun memberikan vaksin flu burung dan membatasi peredaran unggas di wilayah-wilayah terjangkit tersebut.

SUMBER : https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/03/20/090755269/flu-burung-kementerian-pertanian-perketat-pengawasan